Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) — Panitia Khusus DPR RI Rapat Dengar Pendapat Umum dengan PT. Bio Farma (Persero), PT. Rekayasa Industri, dan PT. Sang Hyang Seri (Persero)

Tanggal Rapat: 6 Feb 2018, Ditulis Tanggal: 15 Sep 2020,
Komisi/AKD: Panitia Khusus , Mitra Kerja: Perusahaan

Pada 6 Februari 2018, Panitia Khusus DPR RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan PT. Bio Farma (Persero), PT. Rekayasa Industri, dan PT. Sang Hyang Seri (Persero) tentang RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek). Rapat dipimpin dan dibuka oleh Daryatmo Mardiyanto dari fraksi PDI-Perjuangan dapil Jawa Tengah 2 pukul 14:09 WIB. (ilustrasi: tekno.tempo.co)

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Perusahaan

PT. Bio Farma (Persero)

  • Perusahaan memproduksi vaksin dan antisera (serum darah yang mengandung antibodi yang mampu melawan antigen tertentu). Selain itu, PT. Bio Farma (Persero) menjadi satu-satunya industri yang memiliki program penyakit menular di masa kini dan mendatang.
  • Untuk mengembangkan vaksin baru, dari segi industri memiliki resiko tinggi, biaya mahal dan waktunya panjang. Oleh karenanya, perusahaan mencari partner peneliti yang potensial untuk mencari vaksin baru dalam bentuk konsorsium. Selanjutnya, PT. Bio Farma (Persero) sedang membentuk suatu metode untuk pengembangan vaksin bersama dengan LIPI dan UGM.
  • Ada pendanaan penelitian dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi RI (Kemenristekdikti). salah satunya Hepatitis B dan demam berdarah.
  • PT. Bio Farma (Persero) mengusulkan setiap penelitian yang diajukan harus ada hilirisasi dari pihak kompeten sehingga hasilnya dapat bermanfaat.
  • BUMN tidak disarankan melakukan basic research. Selanjutnya, pembelian alat riset belum bisa dan tersedia di Indonesia. Maka, hal yang dapat menunjang kemandirian dan sistem pusat informasi perlu disiapkan agar tidak ada duplikasi serta anggaran efisien.
  • Sistem riset Indonesia telah ada kesiapan teknologi dan asesornya harus independen serta berasal dari pihak luar. Tujuannya agar hasil riset dapat objektif dan real.

PT. Rekayasa Industri

  • PT. Rekayasa Industri pernah mengembangkan bioetanol gen 2 yang bahan bakunya dari tandan kosong sawit. Alasannya karena perusahan melihat potensi bioetanol sangat besar di Indonesia dan bahan bakunya melimpah.
  • Selanjutnya, perusahaan bekerjasama dengan ITB untuk melakukan laboratory research dan telah mendapat hasil sesuai standar.

PT. Sang Hyang Seri (Persero)

  • Perusahaan bergerak di bidang benih tanaman pangan dan sayuran. Selain itu, PT. Sang Hyang Seri (Persero) memiliki dua komoditi yakni padi hibrida dan non-hibrida.
  • PT. Sang Hyang Seri (Persero) memiliki penelitian pendek tentang perbenihan dan bekerjasama dengan Batan, Litbang Kementerian Pertanian RI, dan IPB. Benih hasil penelitian dengan Litbang Kementerian Pertanian RI dan Batan telah disosialisasikan ke seluruh Indonesia. Lalu, pada 17 Oktober 2017, mengadopsi varietas yaitu varico eksklusif untuk perusahaan atas kerjasama dengan Batan. Untuk padi hibrida, bekerjasama dengan FIlipina dan Cina, sedangkan benih sayuran bersama Perancis.
  • Penelitian tidak dilakukan berkesinambungan karena SDM belum lengkap.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan